Prudential Indonesia Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019

Prudential Indonesia Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Chairman's Challenge 2019 (Dok. pribadi)
Konten Gaptek – Sebagai Negara berkembang, wajar jika Indonesia menjadi Negara dengan populasi penduduk yang jumlahnya begitu banyak. Menurut data yang ada sampai sekarang hampir sekitar 267 juta penduduk yang menghuni di bumi Indonesia. Ditambah lagi angka pertumbuhan bonus demografi yang terus meningkat dimana jumlah penduduk dengan usia produktif (15-64) lebih mendominasi. Dan jumlah penduduk tersebut akan terus mengalami kenaikan menjadi sekitar 270 juta penduduk pada 2020 mendatang. Lantas apakah dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk akan membawa perubahan kepada Indonesia yang lebih baik?

Semuanya itu tergantung dari masing-masing masyarakat di setiap wilayah di Indonesia, apabila rakyatnya memiliki sikap kepedulian terhadap negeri maka Indonesia bisa menuju lebih baik lagi. Namun begitupun sebaliknya apabila masyarakatnya bersikap cuek dan bodo amat, maka Indonesia hanya akan menjadi Negara yang mati meskipun jumlah penduduknya banyak, dan akan tertinggal oleh Negara lain. Padahal sebenarnya jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat bukanlah menjadi masalah bagi perekonomian, sebab peluang kerja di Negara kita kini sudah begitu besar. Lapangan kerja terbuka lebar untuk siapapun, angka pengangguran dan kemiskinan pun juga sudah mulai menurun.

Seperti yang kita tahu bahwa Negeri ini menyimpan sejuta kekayaan alam yang begitu berlimpah, kekayaan alam Indonesia yang seperti tidak pernah ada habisnya membuat jumlah penduduk yang banyak bukanlah menjadi masalah besar. Kekayaan alam tersebut harusnya dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik mungkin, misalnya dengan menjalankan berbagai usaha dan bisnis dari hasil kekayaan alam Indonesia. Namun kekayaan bumi Indonesia ini masih sering yang menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi yang bisa merusak keindahan alam dan ekosistem.

Contohnya nelayan, nelayan yang baik dia akan menggunakan peralatan memancing yang aman. Berbeda halnya jika nelayan yang menyalahgunakan seperti dengan memakai bom/ledakan atau gas beracun, yang mana itu semua bisa membuat kerusakan ekosistem alam di laut. Belum lagi para oknum nakal yang kian memperburuk negeri seperti melakukan penggundulan hutan secara liar/sembarangan, buang sampah/limbah sembarangan, dll. Kalo kebiasaan buruk tersebut tidak dihilangkan, maka jangan heran jika bencana alam akan menimpa negeri ini.

Di Indonesia sendiri bencana alam kerap kali terjadi, dimana bencana alam ini terjadi akibat ulah tangan manusia yang membuat kerusakan seperti tadi. Hasilnya bumi ini dilanda bencana alam yang datang secara bertubi-tubi, jika Kamu lihat coba pikirkan seberapa sering dan banyaknya bencana yang sudah menimpa negeri ini, hampir semuanya sudah pernah bukan. Mulai dari gempa bumi, tsunami, kebakaran, tanah longsor, dan terutama banjir yang paling sering terjadi. Sepertinya Indonesia benar-benar dalam posisi darurat bencana.

Salah satu bencana alam yang paling sering menimpa negeri adalah banjir, nah sampai detik ini banjir masih menjadi bencana alam primadona di negeri Kita, khususnya wilayah jawa barat yang menempati posisi ke 3 terjadi kejadian banjir dengan jumlah rata-rata 84,9 kali sepanjang tahun 2019. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, banjir adalah bencana alam yang paling sering terjadi setelah puting beliung, tercatat banjir terjadi 979 kali pada tahun 2017. Entah apa sebenarnya faktor penyebabnya. Selain curah hujan yang tinggi, salah satu faktornya balik lagi di paragraph awal, yaitu akibat perbuatan manusia itu sendiri. Yang mana ulah dari satu dua orang yang berbuat kerusakan tetapi imbasnya membawa ke seluruh belahan negeri.

Kebiasaan buruk masyarakat yang sulit ditinggal seperti membuang sampah sembarangan ke selokan ataupun sungai dapat membuat air tersumbat dan akhirnya meluap sehingga terjadilah bencana banjir. Apalagi saat ini kita sudah memasuki bulan oktober yang artinya sudah masuk dengan musim penghujan, dan sewaktu-waktu air di sungai pun bisa meluap, oleh karenanya himbauan bagi masyarakat yang tempat tinggalnya di wilayah-wilayah yang berada dekat dengan kali/sungai setidaknya harus sudah bersiap siaga untuk menghadapi itu semua.

Kesiapsiagaan mulai dari tau cara menghadapi bagaimana jika bencana banjir tiba-tiba terjadi, dan langkah apa yang harus dilakukan jika banjir melanda. Sebab bencana banjir ini bukanlah hal yang sepele, bayangkan saja pernah banjir bandang melanda yang membuat rumah warga hilang tenggelam. Itu artinya tinggi sekali kan air yang menyasar ke perumahan penduduk. Tetapi nyatanya tak sedikit yang masih belum memahami atas kesiapsiagaannya, maka dari itu perlunya kesadaran kepada diri sendiri untuk belajar dan mengetahui tindakan-tindakan yang harus dilakukan ketika bencana banjir datang.

Prudential Indonesia Bentuk Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019 dengan Mengembangkan “Desa Siaga Bencana Untuk Indonesia”


Disini peranan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membentuk masyarakat yang sigap terhadap bencana banjir. Nah kali ini ada PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) yang peduli akan masalah bencana alam banjir yang terus menimpa negeri ini. Prudential Indonesia yang merupakan perusahaan asuransi terdepan di Indonesia telah melebarkan sayapnya pada lingkup Community Investment Prudential Indonesia (CSR) yang mendukung dan mengayomi pemberdayaan masyarakat , salah satunya dengan memberikan kontribusi dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat di beberapa tempat agar sigap dan tangguh dalam menghadapi bencana banjir. Setidaknya ada bekal ilmu yang bisa diperoleh masyarakat terkait bencana banjir.

Melalui program kegiatan Chairman’s Challenge 2019 yang bertema “Desa Siaga Bencana Untuk Indonesia” yang diadakan oleh Prudential Indonesia. Kegiatan ini tak hanya sebatas dilakukan oleh Keluarga Prudential Indonesia saja, akan tetapi Prudential menggandeng mitra kerjasamanya yakni Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan Palang Merah Indonesia (PMI), dan juga tak ketinggalan peran serta dari para volunteer PRU, PJI, PMI, dan Karang Taruna untuk turut menjadi andil dan mendedikasikan waktu dan keahliannya dalam kegiatan chairman’s challenge 2019 tersebut.

Sejalan dengan fokus perusahaan yaitu “We Do Good (Komitmen untuk mewujudkan kebajikan dan memberdayakan masyarakat)” Nah di Chairman’s Challenge 2019 kali ini Prudential menekan pada pembentukan masyarakat yang tangguh, kuat, dan bijak menghadapi bencana khususnya banjir. Kebetulan aku sempat mengikuti kegiatan Chairman’s Challenge 2019 tersebut yang lokasi kegiatannya di Desa Cijayanti dan Kampung Sawah – Desa Leuwinutug Bogor, saat itu aku menjadi volunteer dari Prudential Indonesia. Pengen tau kayak apa pengalaman dan keseruanku mengikuti Chairman’s Challenge 2019? Silahkan lanjut baca artikel ini sampai selesai okee hehe.

Chairman’s Challenge 2019 Bersama Prudential Indonesia


12-Oktober-2019 adalah pengalaman yang tak terlupakan bagiku karena aku bisa mengikuti Chairman’s Challenge 2019, dan ini adalah kali pertama aku mengikuti kegiatan tersebut. Untuk lokasi kegiatan dilaksanakan di daerah sentul Bogor, memang jaraknya lumayan jauh jika dari Jakarta. Karena tempatnya yang lumayan jauh, maka aku berangkat menuju sentul pada tanggal 11 nya (H-1) untuk menginap 1 malam di hotel. Tapi saat itu aku berangkatnya secara bersamaan alias rombongan yang meeting point saat itu di Prudential Tower – Jakarta. Aku berangkat dari rumah sekitar jam 16.30 WIB menuju Prudential Tower, aku memilih perjalanan menggunakan alat transportasi publik commuter line karena lebih cepat walaupun cukup ramai, apalagi saat itu sedang jam pulang kerja.

Akhirnya sekitar sejam di perjalanan, aku pun sampai di Prudential Tower lalu aku makan terlebih dahulu sambil menunggu rombongan yang lain tiba di lokasi. Dan pada pukul 19.00 WIB aku bersama rombongan berangkat menuju salah satu bilangan hotel yang terdapat di wilayah sentul Bogor. Nah perjalanan dari Jakarta menuju sentul Bogor menggunakan jalur darat yaitu mobil yang melewati jalan tol, sehingga lebih cepat sampai tujuan.

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Hotel Olympic Renotel (Dok. pribadi)
Sepanjang perjalanan aku merasa ngantuk dan akhirnya aku tertidur pulas di mobil hehe. Hingga aku dan rombongan tiba di Hotel Olympic Renotel – Sentul Bogor pada jam 22.00 karena perjalanan lumayan lancar. Kami pun sampai di hotel dan masing-masing dibagikan kunci kamar, untuk satu kamar berisikan 2 orang. Langsung aku dan teman-teman Prudential CheckIn, sampai di kamar langsung aku merebahkan tubuh yang sudah lemas. Aku pun istirahat untuk mengisi tenaga guna esok hari yang merupakan puncak kegiatan Chairman’s Challenge 2019.


Singkat cerita, keesokan harinya (12/10/2019) aku bangun jam 06.00 pagi dan langsung bergegas mandi dan kemudian dilanjutkan sarapan/breakfast di hotel. Pakaian yang aku kenakan saat itu adalah kaos berwarna merah dari Prudential Indonesia, dan juga atribut berupa topi Volunteer Prudential. Setelah selesai sarapan barulah aku dan rombongan siap-siap menuju lokasi pertama dalam Desa Siaga Bencana Untuk Indonesia. lokasi pertama yang aku kunjungi adalah Desa Leuwinutug.

Desa Leuwinutug – Desa Siaga Bencana Untuk Indonesia


Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Desa Leuwinutug (Dok. Pribadi)
Ternyata perjalanan dari hotel menuju Desa Leuwinutug tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu setengah jam saja aku telah tiba di lokasi, tepatnya pada pukul 08.00 aku sudah sampai. Walaupun saat perjalanan masuknya lumayan ada sedikit kendala, dimana kondisi jalanannya yang lumayan berlubang. Tapi itu semua sama sekali tidak menyurutkan semangatku. Nah Desa Leuwinutug berada di kampung sawah kecamatan citeureup, KAB. Bogor. Konon katanya desa ini sering terkena musibah terutama banjir, bahkan sepanjang 2019 Desa Leuwinutug telah terjadi 3 kali bencana banjir. oleh karena itu Prudential memilih tempat ini guna memberikan pengajaran/edukasi.  
Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Registrasi (Dok. pribadi)
Kegiatan di Desa Leuwinutug saat itu ada 2 sesi, yang pertama adalah peresmian dibukanya Desa Siaga Bencana di Desa Leuwinutug dan juga ada simulasi evakuasi bencana banjir. Tiba di sana aku langsung menuju meja registrasi dan selepas itu aku menduduki kursi yang telah tersedia. Nah jadi dalam sesi-1 adalah peresmian Desa Siaga bencana, saat itu dihadiri oleh narasumber ternama seperti: Ibu Nini Sumohandoyo selaku Sharia, Government Relations & Community Investment Director Prudential Indonesa. Bukan hanya itu, acara ini dihadiri oleh pemerintah serta warga setempat.

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Para Narasumber (Dok. pribadi) 

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
MC Memulai Acara (Dok. pribadi)
Jam 08.15 acara dimulai, MC naik ke panggung dan mulai menyampaikan sambutannya. Lalu dilanjut oleh sambutan-sambutan lainnya, ada sambutan oleh Bapak Dwi dari PMI, Bapak Nike, dan Bapak Robert. Kampung Sawah – Desa Leuwinutug ini lokasinya rentan sekali dilanda banjir sebab berada dekat dengan kali/sungai, jadi jika hujan deras terus menerus maka air akan meluap dan akhirnya banjir pun menimpa desa ini. Hal ini sudah kerap kali terjadi yang mengganggu aktivitas masyarakat disana.

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Para Hadirin (Dok. pribadi)
Dalam sambutannya Ibu Nini mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh hadirin yang menyempatkan waktunya mengikuti Chairman’s Challenge 2019. Bu Nini sangat senang para pemuda-muda sudah berani terjun ke lapangan untuk memberikan kontribusinya bagi negeri menuju Indonesia yang lebih baik. Karena sudah langganan banjir maka sudah seharusnya masyarakat setempat lebih waspada dan siap siaga menyambut kedatangan banjir yang tak bisa ditebak.
“Tahun ini Prudential Indonesia menjawab tantangan Chairman’s Challenge dengan memberdayakan komunitas di Desa Cijayanti dan Desa Leuwinutug – Bogor, yang secara geografis terletak dekat dengan aliran sungai sehingga sering terdampak oleh bencana banjir. Melalui serangkaian kegiatan yang kami lakukan selama lima minggu, Chairman’s Challenge tahun ini berhasil memberikan dampak positif kepada 2.844 kepala keluarga (9.933 orang) di kedua wilayah tersebut.” tutur Ibu Nini.
Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Pembacaan Doa (Dok. pribadi)

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Peresmian Desa Siaga Bencana - Desa Leuwinutug (Dok. pribadi)

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Foto Bersama Prudential, PMI, PJI, dan Pemerintah, (Dok. pribadi)
Setelah semua pembicara menyampaikan sambutannya, kemudian barulah peresmian dibukanya Desa Siaga Bencana – Desa Leuwinutug. Peresmian saat itu dilakukan dengan menekan tombol merah yang kemudian mengeluarkan suara sirine, lalu pintu berputar dan terbuka yang menandakan telah resminya Desa Siaga Bencana di Kampung Sawah – Desa Leuwinutug. Setelah itu dilanjut dengan doa oleh Ustadz di Desa Leuwinutug dan kemudian dilanjut foto bersama para narasumber dan juga pemerintah setempat, dan barulah masuk sesi ke-2 yakni Simulasi Evakuasi dan Penanganan Banjir.

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Simulasi Evakuasi dan Penanganan Banjir (Dok. pribadi)
Tujuan adanya simulasi ini diharapkan dapat menambah edukasi masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana banjir dan siap menghadapinya kapanpun terjadi. Oke simulasi pun dimulai, pertama-tama segenap volunteer membuat tenda pengungsian untuk masyarakat yang terkena musibah banjir. Dengan begitu cepatnya tenda dalam hitungan menit sudah terbentuk, aku pun terkagum dengan para volunteer yang hebat-hebat ini. Oh iya, Di desa ini telah di-install sirine pengingat bencana banjir dan juga ada alarm banjir yang akan berbunyi jika posisi air sudah mulai naik dan tinggi.

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Alarm Banjir (Dok. pribadi)
Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Tenda Evakuasi & Pengungsian (Dok. pribadi)

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Tenda Pengungsian Banjir (Dok. pribadi)

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Para Warga yang Ikut Simulasi (Dok. pribadi)
Selepas tenda selesai dibuat, Lalu dibunyikalah sirine yang menandakan ada bahaya banjir yang datang, Saat itu masyarakat langsung berlarian mendatangi tenda pengungsian. Ada yang lari bersama keluarganya dan ada pula yang menyelamatkan hartanya. Mulai dari generasi muda dan tua pun ikut berbondong-bondong berlari untuk menyelamatkan diri, anak sekolah yang suara tangisnya begitu kencang seperti shock karena melihat rumahnya harus terendam air kembali. Volunteer dari PMI langsung bergegas menyiapkan seperangkat perlengkapan obat-obatan untuk mengobati masyarakat yang mengungsi di tenda pengungsian.

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Korban yang Ditemukan di Tepi Sungai (Dok. pribadi)

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Korban diBawa Pakai Tandu (Dok. Pribadi)
Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Korban dibawa Menggunakan Ambulance (Dok. pribadi)
Tak lama selanjutnya ditemukan korban yang hanyut dan terdampar di sungai, saat itu korban ditemukan tak sadar diri. Tim volunteer langsung sigap menolong dengan cepat menggunakan perahu dan membawanya ke daratan, setelah itu ditandu menuju ambulance yang selanjutnya akan diberikan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Akhirnya simulasi pun selesai, yang aku suka dari simulasi ini adalah terlihat seperti sungguhan saja. Mulai dari suara tangisan anak-anaknya, hingga korban yang ditemukan di pinggir kali, scenario dan aktingnya sungguh luar biasa. Benar-benar menghayati peran saja hehe. Tapi simulasi ini penting banget lohh, karena kita tidak akan pernah tau kapan bencana banjir akan datang. Tapi yang jelas masyarakat harus bisa prakteknya juga, ya salah satu jalannya adalah tadi itu dengan melakukan latihan simulasi ini. Karena teori saja tidak cukup tanpa adanya praktek.

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Para Penyelamat (Dok. Pribadi)


Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Chairman's Challenge 2019 (Dok. pribadi)
Selesai melakukan simulasi maka usai sudah kegiatan di Kampung Sawah – Desa Leuwinutug. Aku dan tim rombongan prudential langsung menuju lokasi ke-2 yaitu Desa Cijayanti.

Desa Cijayanti – Desa Siaga Bencana Untuk Indonesia


Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Jembatan Gantung Desa Cijayanti (Dok. pribadi)

Pukul 10.30 WIB aku meninggalkan Desa Leuwinutug dan berangkat ke Desa Cijayanti, disana aku akan melihat peresmian sebuah jembatan gantung desa siaga bencana hasil renovasi dari Prudential Indonesia, PJI, dan PMI. Perjalanan cukup singkat sekitar jam 11 tepat aku sudah sampai di lokasi. Fyi, bahwa Desa Cijayanti juga sangat rentan terhadap bencana banjir, hingga jembatan gantung yang ada disana rusak parah akibat banjir. Tetapi kini jembatan tersebut telah disulap dan kembali terlihat bagus sekali. Setelah sampai langsung aku menuju jembatan gantung dengan panjang 50 meter tersebut karena sudah sangat penasarannya.

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Jembatan Desa Siaga Bencana (Dok. pribadi)

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Jembatan Gantung Desa Siaga Bencana (Dok. Pribadi)

Jembatan gantung tersebut adalah inisiatif dan pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara gotong royong dan dilakukan oleh lebih dari 550 PRUVolunteers (Karyawaan Prudential Indonesia) selama lima minggu. 

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Sebelum dan Sesudah di Renovasi 
Jembatan gantung yang di renovasi ini juga sebagai akses untuk mempermudah masyarakat di sekitar untuk menyebrang dari desa ke desa seberang, sebab jembatan ini merupakan penghubung antar desa yang betapa amat pentingnya bagi warga sekitar. Setelah empat kali rubuh diterjang banjir, masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, banjir yang terus terjadi pun merusak lahan pertanian warga yang sebagian besar bertani singkong dan padi. Tapi untuk kali ini semoga jembatan tersebut bisa bertahan lama dan warga sekitar harus memiliki kesadaran akan memiliki, kalo ada kesadaran memiliki maka pasti akan ada rasa untuk merawat dan menjaga jembatan gantung tersebut agar bisa bertahan lama dan bermanfaat untuk masyarakat.

Dan peresmian renovasi jembatan gantung itu sekaligus sebagai akhir dari rangkaian kegiatan tahun ini di Chairman’s Challenge 2019. Sebenarnya masih banyak sekali kontribusi yang ditorehkan dari Program Chairman’s ini untuk mengurangi dampak banjir di Indonesia seperti: menanam pohon salam, pembangunan bak sampah serta gudang rescue, pengadaan sumber air bersih, instalasi early warning system dan jalur evakuasi, pengadaan alat siaga bencana berupa perahu, pelampung, P3K, dan tali lempar.

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Foto Bersama Blogger dengan Bu Nini (Dok. pribadi)

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Desa Cijayanti - Desa Siaga Bencana Untuk Indonesia (Dok. pribadi)
Selesai dari Desa Cijayanti, aku dan PRUVolunteer kembali ke hotel untuk melakukan checkout dan kemudian langsung kembali ke Prudential Tower - Jakarta. Sungguh sebuah pengalaman dan kenangan yang begitu mengesankan bagiku bisa mengikuti Chairman’s Challenge 2019 ini.

Sekian ulasan kali ini, SEOmoga dapat bermanfaat.

Prudential Siapkan Masyarakat Tanggap Bencana Melalui Program Chairman’s Challenge 2019
Kenangan Chairman's Challenge 2019
Baca Juga
SHARE
Akmal Farabi
syailendra akmal farabi hanya seoarang blogger muslim beraqidah ahlusunnah wal jamaah dan bermazhab syafi'i yang ingin memberikan manfaat kepada orang lain melalui media blog sebagai sarana dakwah islamiyah. sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat untuk orang lain.

Related Posts

Subscribe to get free updates

2 comments

  1. Fantastic Blog. Plenty of useful info here.I'm sending it to a few friends ans also sharing in delicious.And naturally, thanks for your effort! Pinoy Channel| Pinoy Tambayan| Pinoy Tv| Pinoy Tv Replay| Pinoy Ako| Pinoy Lambingan| Pinoy Teleserye| Zee tv

    ReplyDelete
  2. Fantastic Blog. Plenty of useful info here.I'm sending it to a few friends ans also sharing in delicious.And naturally, thanks for your effort!
    http://www.lambinganshow.su
    http://www.pariwikitvchannel.su
    http://www.pariwikitvs.su
    http://www.pariwikitvshow.su
    http://www.pariwikishow.su
    http://www.pinoyhdtvs.su
    http://www.teleseryetv.su
    http://www.bigg-boss-13.su

    ReplyDelete

Post a Comment

Peraturan Berkomentar:

1. Mohon berkomentar dengan baik,sopan,santun dan secara wajar
2. Dilarang berkomentar tentang unsur /sara/promosi/ apapun yang bertentangan dengan hukum yang berlaku
3. Dilarang menyertakan link aktif

Tidak berkomentar sama sekali itu masih lebih baik, daripada mengucapkan seribu kalimat sampah.

Ucapanmu, Kualitas Dirimu!

Terima Kasih