Disabilitas Juga Manusia, Patut Mendapatkan Hak yang Sama

Disabilitas Juga Manusia, Patut Mendapatkan Hak yang Sama

Disabilitas Juga Manusia, Patut Mendapatkan Hak yang Sama
Hari Disabilitas Internasional 2019 (Dok. Pribadi)
Konten GaptekApakah Kamu tau bahwa setiap tanggal 3 Desember adalah peringatan hari Disabilitas Internasional? Pasti masih banyak yang belum mengetahuinya kan, aku pun baru mengetahui akan hal tersebut setelah mengikuti acara peringatan hari Disabilitas Internasional yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan pada Kamis, 28 November 2019 yang lalu. Kok bisa sih ada peringatannya? Segitu spesialnya kah Disabilitas sampai ada perayaannya tiap tahun? Jawabannya adalah iya, mereka adalah manusia yang spesial dan sama seperti kita manusia pada umumnya.

Mungkin sebagian kita berasumsi bahwa penyandang disabilitas merupakan orang yang lemah dan tidak bisa berkarya serta berbuat apapun yang bisa mengharumkan nama bangsa. Tapi kenyataanya tidak sepenuhnya asumsi tersebut benar, karena masih banyak para penyandang disabilitas yang mampu menorehkan prestasi gemilang untuk negeri. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, bukanlah menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap bisa menjadi yang terbaik.

Kamu sendiri tau gak sih Disabilitas itu yang seperti apa? pasti yang Kamu tau adalah orang cacat yang mempunyai kekurangan fisik kan? Secara konteksnya memang demikian, tapi penggunaan kata cacat sebenarnya kurang pantas untuk disebut, maka dari itu muncul kata Disabilitas yang sekiranya lebih layak untuk disebut. Menurut sumber dari Wikipedia, Disabilitas / Difabel adalah keterbatasan diri seseorang berupa fisik, koginitf, mental, sensorik, dan emosional.

Pasti kamu pernah mendengar kata tunanetra, tunarungu, tunawicara, dan sebagainya bukan? Jika iya, maka itu salah satu penerapan kata yang sekiranya lebih pantas/layak untuk digunakan dan menyebut para penyandang disabilitas yang mana dari mereka memiliki gangguan fisik yang berbeda-beda.

Penyandang disabilitas memang memiliki gangguan dan keterbatasan dalam menjalankan aktivitas, tapi tak serta merta mereka tak bisa segalanya. Dan bagi kita yang memiliki kondisi tubuh sehat jasmani, jangan sekali-kali mendiskriminasi dan memandang sebelah mata penyandang disabilitas. Tetapi sebaliknya sudah sepantasnya kita melindungi dan mensupport para penyandang disabilitas. Sebab sekali saja kita melakukan sesuatu yang dapat menyakiti hatinya, seperti dengan mencela ataupun mendiskriminasi penyandang disabilitas. Maka mereka akan menganggap dirinya tidak berguna, sehingga semangat untuk terus melanjutkan hidup berkurang.

Disabilitas Juga Manusia, Patut Mendapatkan Hak yang Sama
Hari Disabilitas Internasional 2019 (Dok. pribadi)
Dalam acara peringatan hari Disabilitas Internasional kemarin di Kemenkes, turut hadir juga loh beberapa penyandang disabilitas dan para narasumber yang membagikan pemaparannya terkait masalah Disabilitas ini. Beberapa narasumber tersebut adalah diantaranya: Dr. dr. Tirza Z Tamin, Sp, KFR, dan dr. Cut Putri Arianie MHKes, selaku Direktur P2PTM Kemenkes RI. Serta juga ada orang yang meragakan gerak isyarat agar para penyandang disabilitas yang hadir tetap bisa berkomunikasi. Dari acara tersebut aku jadi tau nih, kalau penyandang disabilitas tidak boleh dikucilkan di lingkungannya, bukan hanya di lingkungan sekitarnya saja tetapi di mana pun ia berada harus diperlakukan dengan baik.

Disabilitas Juga Manusia, Patut Mendapatkan Hak yang Sama
dr Cut Putri selaku Direktur P2PTM (Dok. Pribadi)
Peranan pemerintah juga sangat diperlukan untuk memudahkan segala aktivitas bagi penyandang disabilitas. Upaya yang dilakukan pemerintah bisa membuat bangunan / gedung yang di dalamnya banyak sarana dan prasarana yang diperuntukkan kepada penyandang disabilitas. Misalnya terdapat lift khusus bagi penyandang disabilitas, agar mereka dapat lebih leluasa berpindah. Atau juga ada kursi prioritas dan sebagainya.

Di bangunan seperti mall saja sudah banyak yang menerapkan hal tersebut, aku sudah berulang kali melihat beberapa aksesibilitas dan fasilitas yang memudahkan penyandang disabilitas mulai dari ada toilet khusus untuk penyandang disabilitas, jalanan khusus, ruang tunggu khusus, tangga khusus, dan masih banyak lagi. Coba saja Kamu perhatikan jikalau sedang pergi ke suatu bangunan dan tempat tertentu, sudah banyak juga rambu dan tanda yang bisa mempermudah penyandang disabilitas.

Jikalau Kamu pernah menaiki kereta commuter line, itu didalamnya terdapat tulisan kursi prioritas yang mana diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Nah itu adalah satu dari wujud kepedulian pemerintah, dengan memberikan pelayanan dan fasilitas di transportasi publik bagi penyandang disabilitas. Dan bukan Cuma itu, masih banyak lagi tempat-tempat lainnya guna memudahkan aktivitas saudara kita yang punya gangguan fisik.

Disabilitas Juga Manusia, Patut Mendapatkan Hak yang Sama
Foto bersama dari para penyandang disabilitas (Dok. Pribadi)
Seistimewanya kan penyandang disabilitas? Iya dong tentu, bahkan sudah terkandung di dalam undan-undang loh. Perihal masalah Disabilitas ini sudah dijelaskan dalam UUD RI Nomor 4 tahun 1977 dan UUD RI Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Cacat / Disabilitas. Yang menjelaskan upaya peningkatan kesejahteraan sosial penyandang disabilitas serta menjelaskan kalau mereka juga punya kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan.

Oleh karena itu ada yang namanya Rehabilitasi Medik, sebagai upaya mengurangi dampak kondisi disabilitas dan memungkinkan penyandang disabilitas untuk mencapai fungsi dan integrasi sosial yang optimal. Rehabilitasi medik mempunyai batasan hukum yakni: medik, sosial, vokasional, dan pendidikan.
Penyandang Disabilitas Tidak Butuh Diskriminasi, Butuhnya Motivasi
Mungkin rehabilitasi medik masih belum sepenuhnya merata dalam segi pelayanannya seperti alat bantu kesehatan yang belum merata, dll. Oleh karenenya juga ada Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) guna memberdayakan penyandang disabilitas dalam segala aspek kehidupan, keluarga, dan dalam lingkungan masyarakat. Program RBM yakni pembinaan wilayah dalam hal mencegah kedisabilitasan, deteksi, serta rehabilitasi/habilitasi yang sasarannya adalah para penyandang Disabilitas berdomisili di RW/RK Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat. Dalam hal ini tentu saja puskesmas yang turut andil sebagai fasilitator dalam program RBM tersebut.

Disabilitas Juga Manusia, Patut Mendapatkan Hak yang Sama
Pak Ratoe Seorang Penyandang Disabilitas (Dok. pribadi)

Menurut data dari WHO 2010 bahwa ada sekitar 15 dari 100 orang di dunia yang menyandang disabilitas, dan sekitar 8,56% penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas. Makanya Kementrian Kesehatan juga memiliki target untuk beberapa tahun kedepan dengan 5 strategi yang ia miliki dalam memberdayakan penyandang disabilitas dan mencegah / mengurangi angka disabilitas.

5 strategi dari kemenkes yaitu:

  1. Penguatan advokasi dan koordinasi lintas program dan lintas sektor untuk mewujudkan implementasi kebijakan dan aturan layanan kesehatan inklusif disabilitas.
  2. Penguatan peran serta masyarakat termasuk penyandang disabilitas dan kerjasama dengan sektor kesehatan.
  3. Peningkatan akses pelayanan kesehatan yang komprehensif dengan memperhatikan aksebilitas bagi para penyandang disabilitas.
  4. Penguatan sistem surveilans serta pemantauan dan evaluasi kegiatan.
  5. Penyediaan tenaga kesehatan yang mampu melayani penyandang disabilitas.

Disabilitas Juga Manusia, Patut Mendapatkan Hak yang Sama
Buku Saku Bahasa Isyarat
Terakhir nih, aku dapat buku saku bahasa isyarat loh. Di dalam buku tersebut banyak sekali penggunaan bahasa isyarat yang dapat digunakan supaya kita bisa berkomunikasi dengan penyandang disabilitas tunarungu dan tuli. Gimana? Enak kan jadi tetap dapat berinteraksi dengan mereka, kalau mau tau silahkan aja beli di toko buku terdekat rumah kalian hehe.

Nah jadi udah tau dong sekarang tentang penyandang disabilitas, tugas kita semua untuk memberikan dukungan demi kesejahteraan hidup mereka.

Oke, sekian ulasan kali ini, SEOmoga dapat bermanfaat.
Baca Juga
SHARE
Akmal Farabi
syailendra akmal farabi hanya seoarang blogger muslim beraqidah ahlusunnah wal jamaah dan bermazhab syafi'i yang ingin memberikan manfaat kepada orang lain melalui media blog sebagai sarana dakwah islamiyah. sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat untuk orang lain.

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment