#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa

#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa

Assalaamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Konten Gaptek – Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri di dunia ini. Untuk itu sudah sepantasnya kita sebagai makhluk sosial tersebut harus bisa saling berbagi dengan sesama.

#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa

Melalui program dengan tagline Jangan Takut Berbagidompet dhuafa kembali mengadakan acara yang begitu memotivasi banyak orang. Bertempat di gedung Institut Kemandirian Karawaci berlangsunglah acara tersebut. Kebetulan pada saat itu saya berkesempatan untuk hadir mengikuti segenap rangkaian yang diselengggarakan oleh dompet dhuafa ini.

Talkshow Jangan Takut Berbagi dan Sesi Class Visit


#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa

Acara ini memberikan saya motivasi dan ilmu baru melalui program Jangan Takut Berbagi. Sungguh tepat sekali dompet dhuafa mengadakan acara seperti ini agar bisa memberikan kesadaran kepada orang lain bahwa berbagi itu penting. Dalam acara ini saya mengikuti talkshow Jangan Takut Berbagi, kemudian juga saya melihat dan melakukan class visit yang ada di Institut Kemandirian.

Dalam talkshow tersebut hadir beberapa narasumber yang akan menyampaikan penjelasan tentang Institut Kemandirian Karawaci. Pembicara pertama adalah Yuli Pujihardi selaku Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa. Kemudian dilanjut dengan pembicara kedua yakni Etika Setiawanti selaku GM Marketing Komunikasi.

Keduanya menjelaskan sejarah berdirinya institut kemandirian ini bagaimana dan kegiatan apa saja yang terdapat di tempat ini. Lalu selanjutnya pembicara ketiga adalah Ustadz Syahroni yang merupakan murid sekaligus anak asuh dari Alm. Prof. Drs. Amir Radjab Batubara.

#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa
Ustadz Syahroni

Ustadz Syahroni adalah seorang dari salah satu peserta pelatihan yang ada di Institut Kemandirian, beliau waktu itu mengambil dua keterampilan yaitu Minor dan Mayor. Keterampilan minor yang beliau ambil adalah sablon dan untuk keterampilan mayornya beliau mengambil teknik otomotif.

Beliau juga menyampaikan sekilas gambaran tentang sosok Bapak amir yang begitu baik dan dermawan. Bapak Amir Radjab adalah orang yang mewakafkan lahan dan bangunan institut kemandirian untuk dompet dhuafa. Dahulu nama bangunan ini adalah yayasan wakayapa, lalu wakayapa bekerja sama dengan dompet dhuafa dan merubah nama menjadi yayasan wakayapa Indonesia. Kemudian Pada tahun 2005 bangunan Institut Kemandirian didirikan.

#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa

Institut Kemandirian ini adalah wujud pengentasan terhadap pengangguran di Indonesia dengan memberikan pelatihan kerja. Dahulu sosok pak Amir adalah orang yang penyabar dan sangat dermawan, beliau juga seorang guru terbukti dengan beliau selalu meluangkan waktunya untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak yatim dan dhuafa agar mereka mempunyai skill dan kemampuan.

Bahkan sampai beliau sendiri yang berkunjung singgah ke satu daerah menuju daerah lain untuk mencari anak yatim dan dhuafa yang nanti akan diberikan pengajaran oleh beliau. Sudah banyak sekali anak yatim dan dhuafa yang terbantu berkat dari pengajaran yang Pak Amir Radjab berikan. Melalui kebaikannya tersebut akhirnya gedung Institut Kemandirian karawaci terus berkembang dengan adanya pelatihan kerja bagi yatim dan dhuafa.

Gedung Institut Kemandirian Karawaci ini adalah bukti betapa cinta dan sayangnya beliau terhadap anak yatim dan dhuafa. Di Institut Kemandirian juga terdapat program pelatihan kerja, diantara program yang ada di Institut Kemandirian adalah pelatihan dalam bentuk pendidikan dan keterampilan seperti teknik otomotif, salon, fashion, IT, teknisi handphone, desain grafis, video editing, dan tata busana menjahit.

Selain itu juga Institut Kemandirian telah bekerja sama dengan berbagai pihak mitra untuk mewujudkan kemandirian yang diinginkan bagi setiap yatim dan dhuafa. Ustadz Syahroni sendiri menjadi saksi dari kebaikan Pak Amir Radjab yang telah mengajar beliau hingga sukses menjadi seorang Dosen di salah satu Universitas yang ada di Jakarta.

Kemudian setelah Ustadz Syahroni menyampaikan pemaparannya, lalu dilanjut lagi dengan ke-3 narasumber yang akan menjelaskan tentang kisah dan pengalamannya selama di Institut Kemandirian. Ada Pak Nanang, Pak Sugiatna, dan Pak Hamdani. Pak Hamdani adalah seorang Atlet Pemanah peraih medali emas dalam ajang Pekan Pralimpiade (Peparda) Jawa Barat 2018.

Meskipun beliau adalah seorang penyandang disabilitas akan tetapi semangat yang dimilikinya begitu berkobar. Pak hamdani juga adalah seorang teknisi handphone, bidang inilah yang kemudian dipelajari dan dikembangkan beliau di Institut Kemandirian sejak Februari 2019 lalu. Pak Hamdani berkata bahwa tidak ada batasan belajar, dia pun berkeinginan untuk mengajak teman-teman penyandang disabilitas yang lain untuk bergabung di Institut Kemandirian Karawaci, mengingat banyaknya ilmu dan pengalaman yang telah beliau dapatkan.

Setelah semua narasumber menyampaikan sepatah dua kata, barulah sekarang Aku dan teman-teman mengikuti kunjungan kelas yang ada di Institut Kemandirian Karawaci ini. Pertama aku melihat dan mengunjungi kelas Komputer/IT/Desain Grafis, waktu itu para peserta pelatihan sedang diajarkan cara desain menggunakan potoshop.

#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa
Kelas IT dan Desain
#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa
Kelas Fashion dan Design

Kemudian saya mengunjungi kelas teknisi handphone, sebuah kelas yang selalu begelut dengan masalah handphone baik dari software maupun hardware. Masih banyak lagi kelas yang saya kunjungi diantaranya kelas fashion dan design disini para peserta diajarkan cara menjahit dan cara membuat pakaian.

#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa
Kelas Salon Kecantikan

#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa
Kelas Pangkas Rambut

#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa
Kelas Otomotif

Lalu berkunjung ke kelas salon muslimah, bagi peserta yang memiliki minat dalam kecantikan maka kelas ini cocok banget buat diikuti. Lalu ada kelas pangkas rambut dan yang terakhir ada kelas otomotif. Semua kelas yang ada di Institut Kemandirian memiliki daya tarik tersendiri untuk mengetahui skill dan minat yang sesuai bagi peserta pelatihan.

Sampai saat ini jumlah alumni dari Institut Kemandirian telah mencapai sekitar 6877 orang yang kini telah tersebar di berbagai belahan daerah di Indonesia untuk melanjutkan proses pelatihan selama di Institut Kemandirian menuju jenjang magang dan kerja.

Program pelatihan kerja ini semua sangat berguna bagi sebagian orang yang ingin mendapatkan pekerjaan. Apalagi untuk mengikuti pelatihan di Institut Kemandirian tidak dipungut biaya alias gratis, namun terdapat beberapa tes tulis dan wawancara untuk yang ingin mendapatkan pelatihan disini.

#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa


Peserta pelatihan disini yang memiliki rumah jauh dari Institut Kemandirian mendapatkan biaya tanggungan hidup seperti diberikan penginapan dan makan gratis. Nah untuk masa pelatihan untuk peserta juga berbeda-beda paling cepat adalah 10 hari dan selambat-lambatnya kurang lebih selama 3 bulan. Setelah mendapatkan pelatihan di Institut Kemandirian, kemudian peserta siap untuk magang di mitra yang telah bekerja sama dengan dompet dhuafa.

Mengapa Berbagi Itu Penting?


Berbagi adalah wujud kepedulian kita terhadap sesama makhluk hidup. Berbagi tidak hanya sebatas dengan manusia, akan tetapi juga kita dapat berbagi kepada makhluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Berbagi akan membuat seorang menjadi lebih bersyukur karena akan membuatnya sadar bahwa dia diberikan kelebihan baik itu harta, ilmu, dan sebagainya itu untuk diberikan kepada orang lain.

Jangan merasa diri kita yang paling unggul dari orang lain, sehinggga membuat kita menjadi pribadi yang kikir dan sombong. Apakah dengan berbagi akan membuat kita menjadi jatuh miskin? Jika memang benar, silahkan Kamu cari bukti sejarah yang mengatakan bahwa berbagi akan membuat miskin.

Justru malah sebaliknya, semakin banyak kita berbagi maka semakin banyak pula nikmat yang akan dibalas oleh Allah Swt. Bukankah Allah Swt memiliki asma’ul husna yaa ghoni dan yaa mughni yang artinya Allah Maha Kaya dan Allah Maha Mengakayakan.

Jadi mulai sekarang, mari sama-sama kita jangan takut berbagi dan bergandeng tangan untuk menuju bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari.
Seperti yang kita tau sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan, sudah seharusnya kita mulai membiasakan diri untuk saling berbagi. Berbagi tidak hanya bisa dilakukan dengan harta, akan tetapi kita bisa berbagi dengan apapun yang kita miliki seperti ilmu dan sebagainya.

#JanganTakutBerbagi – Sebuah Motivasi dan Dukungan Dari Dompet Dhuafa

Semoga apa yang kita bagikan semuanya dicatat sebagai pahala di sisi Allah Swt, akhir ulasan saya kali ini saya ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada Dompet Dhuafa yang telah memberikan saya kesempatan menghadiri acara kunjungan ke Institut Kemandirian ini, sungguh banyak ilmu, motivasi, serta hikmah yang bisa saya petik dalam acara kali ini.

Wassalaamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh
Baca Juga
SHARE
Akmal Farabi
syailendra akmal farabi hanya seoarang blogger muslim beraqidah ahlusunnah wal jamaah dan bermazhab syafi'i yang ingin memberikan manfaat kepada orang lain melalui media blog sebagai sarana dakwah islamiyah. sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat untuk orang lain.

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment